
BENGKULU – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) terus memperkuat perannya sebagai pusat kaderisasi Muhammadiyah melalui peluncuran Korps Instruktur Perkaderan Muhammadiyah (KIPM). Kehadiran korps ini menjadi langkah strategis universitas dalam membangun sistem kaderisasi yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan guna menyiapkan kader-kader Muhammadiyah yang memiliki kapasitas ideologis, intelektual, dan kepemimpinan yang kuat.
Peluncuran KIPM merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Surat Keputusan Rektor UMB Nomor 0619/KEP/R/II.3.AU/A/2026 tentang Penetapan Struktur Organisasi Korps Instruktur Perkaderan Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Pembentukan korps tersebut sekaligus menjadi wujud keseriusan UMB dalam menguatkan fondasi perkaderan sebagai salah satu pilar utama keberlangsungan gerakan Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui KIPM, UMB berupaya menghadirkan sistem pengelolaan instruktur perkaderan yang lebih terintegrasi. Korps ini akan berperan dalam pengembangan kurikulum kaderisasi, pelaksanaan pelatihan, pendampingan instruktur, hingga monitoring dan evaluasi program perkaderan. Kehadirannya juga diharapkan mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam Berkemajuan di kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMB, Dr. Amrullah Boerman, M.Ag., menegaskan bahwa instruktur perkaderan memegang posisi penting dalam proses pembentukan kader Muhammadiyah. Menurutnya, seorang instruktur tidak cukup hanya menguasai materi perkaderan, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap ideologi dan manhaj gerakan Muhammadiyah.
“Instruktur bukan hanya menguasai materi perkaderan, tetapi harus benar-benar memahami ideologi Muhammadiyah, manhaj gerakannya, serta mampu memberikan teladan dalam pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan menjadi fondasi utama bagi setiap instruktur,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor III UMB, Dr. Surohim, M.Si., yang menjadi salah satu pengarah dalam struktur organisasi KIPM. Ia menilai kualitas kader Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kualitas instruktur yang membimbing proses kaderisasi.
“Instruktur merupakan ujung tombak dalam pembentukan karakter kader. Mereka tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan prinsip, nilai perjuangan, dan semangat ber-Muhammadiyah. Karena itu, kualitas instruktur akan sangat menentukan kualitas kader yang dihasilkan,” katanya.

Menurut Surohim, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut Muhammadiyah untuk terus melahirkan kader-kader yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga keteguhan ideologi, kematangan spiritual, serta kemampuan organisasi yang memadai. Oleh sebab itu, keberadaan KIPM dinilai menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat ekosistem kaderisasi di lingkungan kampus.
Kepengurusan KIPM dipimpin oleh Rasman, M.I.Kom. sebagai Ketua. Dalam menjalankan program organisasi, Ketua didampingi oleh empat Wakil Ketua yang membidangi pengembangan kurikulum dan materi, rekrutmen dan pengembangan instruktur, manajemen pelatihan dan monitoring, serta riset dan evaluasi. Struktur organisasi juga diperkuat oleh Sekretaris, Bendahara, dan sejumlah anggota yang bertugas mendukung pelaksanaan program perkaderan secara terintegrasi.
Melalui struktur organisasi tersebut, KIPM UMB diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan instruktur perkaderan Muhammadiyah yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas kaderisasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Pembentukan KIPM dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem perkaderan yang lebih kuat, terkoordinasi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain menjadi wadah pengembangan instruktur, korps ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program perkaderan sehingga proses pembinaan kader Muhammadiyah di UMB dapat berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
Dengan terbentuknya Korps Instruktur Perkaderan Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Bengkulu semakin menegaskan komitmennya sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga konsisten menyiapkan kader-kader persyarikatan yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat dakwah Islam Berkemajuan untuk menjawab tantangan masa depan. (ars)



